Pelaksanaan FGD Diseminasi dan Refleksi Pembelajaran IPA Terintegrasi Pendidikan Lingkungan Berbasis Eduwisata
Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) diseminasi dan refleksi pembelajaran IPA terintegrasi pendidikan lingkungan berbasis eduwisata telah dilaksanakan pada Sabtu, 4 Oktober 2025, bertempat di Angkringan Balap, Medana, Kabupaten Lombok Utara. Acara ini dihadiri oleh tim peneliti dari FKIP Universitas Nahdlatul Wathan (UNW) Mataram serta para mitra penelitian, yaitu guru-guru IPA dan kepala sekolah dari SMPN 1 Pemenang, SMPN 2 Tanjung, SMPN Satap 1 Tanjung, MTs NW Nipah, dan MTs NW Menggala.
Kegiatan ini diawali dengan sambutan dan pengantar oleh tim peneliti, dilanjutkan dengan paparan hasil penelitian oleh Ketua Tim Peneliti, R. Didi Kuswara. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa hasil analisis kuantitatif dan kualitatif menunjukkan bahwa model pembelajaran IPA yang terintegrasi dengan pendidikan lingkungan berbasis eduwisata ini mampu menumbuhkan kesadaran ekologis siswa.
Berdasarkan hasil jawaban siswa dari poster, kuesioner, dan wawancara, ditemukan keterkaitan yang kuat dengan empat indikator kesadaran ekologis siswa, yaitu:
1. Pengetahuan Lingkungan (Environmental Knowledge),
2. Sikap dan Nilai Lingkungan (Environmental Attitudes and Values),
3. Perilaku Ramah Lingkungan (Pro-environmental Behavior), dan
4. Keterampilan Pemecahan Masalah Lingkungan (Environmental Problem-Solving Skills).
Pada sesi refleksi yang dipandu oleh Bapak Marham Jurpi Hadi, para guru mitra berbagi pengalaman dan pandangan mereka selama pelaksanaan pembelajaran. Para guru menilai bahwa pendekatan berbasis eduwisata memberikan pengalaman belajar yang nyata dan kontekstual, sehingga meningkatkan motivasi dan kepedulian siswa terhadap lingkungan.
Salah satu guru, Bapak Vitgar dari SMPN Satap 1 Tanjung, menceritakan pengalaman menarik dari siswanya. Setelah mengikuti pembelajaran tersebut, seorang siswa secara spontan mematikan lampu di kelas, dan ketika ditanya alasannya, siswa itu menjawab, “Agar irit listrik.” Perilaku sederhana namun bermakna ini menunjukkan bahwa siswa telah mulai menerapkan kesadaran ekologis dalam tindakan sehari-hari.
Kegiatan FGD ini ditutup dengan diskusi terbuka mengenai rencana tindak lanjut untuk memperluas implementasi pembelajaran IPA terintegrasi pendidikan lingkungan di sekolah-sekolah mitra lainnya di Lombok Utara. Secara keseluruhan, kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah refleksi dan diseminasi hasil penelitian, tetapi juga menjadi momentum penting dalam menguatkan sinergi antara dunia pendidikan dan upaya pelestarian lingkungan melalui pembelajaran yang bermakna dan kontekstual.
