Pemberdayaan Manajemen Kelembagaan dan Penguatan Ekonomi Kreatif Berbasis Digital” oleh Komunitas PERGUNA (PERsatuan GUru peNA)
Komunitas PERGUNA (PERsatuan GUru peNA) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Pemberdayaan Manajemen Kelembagaan dan Penguatan Ekonomi Kreatif Berbasis Digital” sebagai bentuk komitmen dalam mendukung transformasi pesantren menuju lembaga yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Program ini dilaksanakan sebagai respon atas kebutuhan pesantren dalam mengelola kelembagaan secara modern dan mengembangkan unit usaha yang berdaya saing.
Kegiatan ini melibatkan para pengelola pesantren, santri senior, serta kelompok perempuan pesantren yang tergabung dalam organisasi lokal. Fokus utama program adalah memperkuat tata kelola kelembagaan berbasis digital, seperti penerapan sistem administrasi keuangan dan data santri secara online, serta memberikan pelatihan penggunaan aplikasi digital yang mendukung transparansi dan efisiensi manajemen pesantren.
Selain itu, kegiatan ini juga menitikberatkan pada pengembangan ekonomi kreatif pesantren. Melalui pelatihan desain produk, pengemasan, serta strategi pemasaran digital, para peserta didorong untuk mampu mengembangkan produk-produk lokal seperti olahan pangan, kerajinan, dan hasil karya santri agar dapat dipasarkan secara lebih luas melalui platform digital.
Ketua Tim Pengabdian Komunitas PERGUNA Meiyanti Widyaningrum menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menyiapkan sumber daya manusia pesantren yang melek digital, tetapi juga membangun ekosistem kewirausahaan berbasis nilai-nilai keislaman dan kemandirian ekonomi. Menurutnya, pesantren memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan ekonomi masyarakat jika didukung oleh sistem manajemen yang kuat dan inovasi teknologi.
Selama pelaksanaan kegiatan, antusiasme peserta terlihat tinggi. Banyak pengelola pesantren yang menyampaikan bahwa pelatihan digitalisasi manajemen dan pemasaran online ini menjadi pengalaman baru yang sangat bermanfaat. Mereka mengakui bahwa penggunaan teknologi mampu memudahkan pengelolaan administrasi serta membuka peluang pasar baru bagi produk-produk pesantren.
Melalui kegiatan ini, PERGUNA berharap tercipta pesantren yang mandiri, inovatif, dan siap bersaing di era digital tanpa meninggalkan nilai-nilai religius dan sosial kemasyarakatan. Transformasi kelembagaan dan penguatan ekonomi kreatif diharapkan menjadi langkah nyata menuju kemandirian pesantren dan pemberdayaan masyarakat sekitar.
Dengan kolaborasi antara guru, santri, dan komunitas pesantren, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa digitalisasi dapat menjadi jembatan untuk memperkuat peran pesantren tidak hanya sebagai pusat pendidikan dan dakwah, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
