July 2, 2026

Tentang Kami

Dari Lorong Sempit Menuju Gagasan Besar

Berawal dari sebuah diskusi hangat di lorong sempit kantor Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Raudlatut Thalibin NW Surabaya, tercetuslah sebuah gagasan besar yang kelak menjadi titik tolak perubahan: membangun sistem pendidikan agama yang modern di lingkungan pedesaan.

Gagasan itu bukan sekadar mimpi, tapi visi nyata untuk menciptakan madrasah multilingual yang berakar kuat pada nilai-nilai keislaman, ilmu pengetahuan, dan kearifan lokal. Sebuah sistem yang tidak hanya mengajarkan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, tetapi juga menjadikan Bahasa Sasak sebagai bagian penting dalam menjaga identitas budaya dan merawat warisan leluhur.

Madrasah ini dibayangkan sebagai ruang tumbuh bagi generasi masa depan — tempat di mana riset, keterampilan hidup (life skill), dan budaya lokal bersinergi dalam satu sistem pendidikan yang utuh.

Sebagai langkah konkret untuk mewujudkan mimpi tersebut, pada Kamis, 29 Agustus 2025, bertempat di Aula Yayasan Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin NW Surabaya, dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara MA Raudlatut Thalibin NW Surabaya dengan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram. Kemitraan ini menjadi tonggak awal kolaborasi pendidikan yang membuka jalan menuju perubahan nyata di tengah masyarakat pedesaan.

Tentang Kita BOOKA

Di tengah semangat untuk membangun sistem pendidikan yang hidup dan relevan, lahirlah sebuah inisiatif digital bernama Kita BOOKA — sebuah website yang dirancang sebagai ruang ekspresi, dokumentasi, dan kolaborasi bagi siswa, guru, dan pembina di lingkungan MA Raudlatut Thalibin NW Surabaya.

Melalui platform ini, kami percaya bahwa setiap individu—terutama para remaja di lingkungan pedesaan—memiliki potensi besar untuk meneliti, menulis, dan menyampaikan ide. www.kitabooka.id bukan sekadar laman daring; ia adalah perpanjangan dari ruang kelas, tempat di mana gagasan tumbuh menjadi karya, dan rasa ingin tahu bertemu dengan keberanian untuk berbagi.

Di Kita BOOKA, para siswa menulis hasil penelitian mereka, membagikan pengalaman belajar, hingga menggali kearifan lokal yang kerap terabaikan. Guru dan pembina turut hadir, bukan hanya sebagai pendamping, tapi juga sebagai penulis dan pemantik diskusi. Dari tulisan ilmiah ringan hingga refleksi mendalam, semua konten di sini mencerminkan semangat belajar yang aktif, kolaboratif, dan relevan dengan tantangan zaman.

Lebih dari sekadar dokumentasi kegiatan, Kita BOOKA dibangun untuk menjadi jembatan antara madrasah dan dunia luar—menghubungkan para remaja dengan akademisi, pemerintah, dan masyarakat luas. Karena kami percaya, suara dari lorong kecil madrasah di desa pun layak bergema hingga ruang-ruang kebijakan dan pusat ilmu pengetahuan.