Ijobalit, 31 Agustus 2025 —Sebagai salah satu finalis 10 besar Duta GenRe NTB 2025, Rohadi menginisiasi kegiatan “Literasi GenRe Desa: Saatnya Remaja Paham Triad GenRe” yang berlangsung di Perpustakaan Lembah Hijau, Lombok Timur.
Acara ini menghadirkan narasumber tunggal, Rohadi (Duta GenRe Putra Lombok Timur 2025) yang berbagi wawasan mengenai pentingnya memahami Triad GenRe (Pernikahan Usia Anak, Seks Pranikah, dan Napza).
Dengan mengusung tema “Saatnya Remaja paham Triad Genre ( Pernikahan usia anak, sex bebas, Napza), Siap Wujudkan Mimpi”, kegiatan ini menyasar remaja usia 10–24 tahun agar mampu:
- Meningkatkan literasi remaja tentang bahaya pernikahan usia anak, seks pranikah, dan penyalahgunaan napza.
- Menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk merencanakan masa depan secara cerdas.
- Mendorong lahirnya remaja yang berkarakter, berdaya saing, dan siap wujudkan mimpi.
Rohadi menegaskan bahwa literasi remaja bukan hanya tentang membaca, tetapi juga tentang memahami realitas sosial dan berani mengambil keputusan terbaik bagi masa depan.
Menurut data terbaru Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA)tahun 2024, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menempati posisi pertama angka pernikahan usia anak dengan persentase 14,96%. Angka ini menjadi alarm serius bahwa remaja NTB masih sangat rentan menghadapi persoalan dalam Triad GenRe, khususnya pernikahan usia anak.
Rohadi menilai data tersebut bukan sekadar angka, melainkan sebuah tantangan nyata yang harus dihadapi bersama. “Remaja NTB, khususnya di Lombok Timur, harus menjadi agen perubahan. Kita tidak boleh lagi menganggap pernikahan usia anak, seks pranikah, atau penyalahgunaan napza sebagai hal yang biasa. Ini adalah isu serius yang bisa merusak masa depan,” tegasnya.
Acara ini diikuti oleh puluhan remaja dari berbagai desa dan komunitas. Suasana diskusi berlangsung interaktif, dengan banyak peserta aktif bertanya, berbagi pengalaman, hingga menyampaikan pendapatnya. Para peserta mengaku mendapat banyak wawasan baru tentang bagaimana merencanakan kehidupan yang lebih sehat, produktif, dan terarah.
Seorang peserta menyampaikan bahwa kegiatan ini membuka mata mereka tentang bahaya yang sebelumnya dianggap sepele. “Kami jadi tahu kenapa penting merencanakan masa depan, dan kenapa menikah di usia anak bisa berdampak buruk bagi kesehatan maupun ekonomi,” ungkap salah satu remaja peserta.
Rohadi berharap kegiatan Literasi GenRe Desa dapat menjadi langkah awal lahirnya gerakan remaja sadar GenRe di Lombok Timur. Dengan literasi yang baik, remaja diharapkan mampu menolak ajakan negatif, lebih percaya diri mengejar pendidikan, serta berani bermimpi besar.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata kontribusi finalis Duta GenRe NTB untuk membawa perubahan di tingkat akar rumput. Rohadi menekankan bahwa setiap remaja berhak memiliki masa depan cerah, bebas dari pernikahan usia anak, seks pranikah, maupun bahaya napza.
“GenRe bukan hanya program, tapi sebuah gerakan perubahan. Remaja harus sadar, paham, dan berani mengambil langkah cerdas. Masa depan NTB ada di tangan kita, dan generasi muda adalah kuncinya,” pungkas Rohadi.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan semakin banyak remaja Lombok Timur yang tidak hanya memahami Triad GenRe, tetapi juga mampu menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan mendukung pencapaian mimpi generasi muda.
